BLOG SOBAT...Siapa lagi mari gabung....

Kamis, 24 Maret 2016

"Diantara semua lelahku "

Adalah bagaimana Tuhan mengatur
Banyak cara,,Tuhan mengatur MakhlukNYA..
Kenapa jua masih kita sangsikan..lapar perut kita?
Atau dahaga pada tenggorokan kita?
Semua akan mudah pada akhirnya..
Ada garis yang tak bisa kita rubah..
Ada batas yang tak bisa kita tembus
Ada Sunah yang harus kita patuh.
Buang resahmu..
Menghamba pada sesama hanyalah semu semata..
Yakin bahwa diantara sulitnya cara,
Ada kemudahan di akhirnya..
Begitu sederhana sebuah makna..
Tinggal bagaimana kita menterjemahkannya
Oe,Cause dini hari
"Diantara semua lelahku "
tanda

Ikhlas itu seperti

by : Indra Syarif
Ikhlas itu seperti
Ikhlas itu seperti, jatuhnya hujan diatas daun keladi..
Tak pernah membasahi walau kuyup tersirami...
Ikhlas itu seperti,,,...
Lumpur yang menempel di baju kita, hilang karena di cuci..
Bukan mengotori hanya sekedar memenuhi sebagian takdir hidupnya.
Ikhlas itu seperti,,
Bulir padi berisi dimakan pipit pada tangkainya...
Sekenyang apa...?
Tak akan habis sepetak sawah karena ketidaktahuan pipit-pipit kecil..
Ikhlas itu seperti,
Menerima luka karena kita pernah melukai..
Menahan perih agar kita juga tahu seperih apa saat kita tikam belati pada jantungnya.
Ikhlas itu seperti..
Terima semua kemarahan tanpa kita membalas dengan amarah kita.
Meski harga diri harus kita simpan rapi, pasti suatu saat akan ada yang membalasnya.
Ikhlas itu seperti,, 
Menulis tanpa pena Melukis tanpa kanvas Dan ikhlas yang sesungguhnya adalah kita tak 
tandapernah tau itu apa?? Oe,Cause, menjelang pagi " Diantara semua ketidak tahuanku "

Jumat, 04 Maret 2016

Kocak


Bersama kita ketawa
Bisakah....Jika mulut terus saja manyun
Ataukah harus kembali ke pada Bola
yang muncul setiap malam
menghantar tidur yang tak kesampaian
lalu menghindar ..disaat sampai ku tangkap ..
Begitulah ....setiap saat selalu muncul
tanda

Jodoh



Seringkali yang dikejar-kejar menjauh.
Yang tak disengaja mendekat.
Yang seakan sudah pasti menjadi ragu.
Yang awalnya diragukan menjadi pasti.
Yang ternilai jadi biasa.
Yang tak dinilai jadi berharga.
Yang selalu diimpikan, tak berujung pernikahan..
Yang tak pernah terpikirkan, bersanding di pelaminan..
Maka, percayalah..
Jodoh itu bukan masalah seberapa lama kau mengenalnya..
Seberapa akrab kau dengan orang tuanya
Atau seberapa sering kau komunikasi dengannya
Tapi,..
Seberapa yakin kau padaNya
Seberapa besar kepasrahan kau dengan taqdirNya..
Seberapa besar kau merayuNya..
Seberapa semangat kau menyempurnakan ikhtiar mendapatkannya..
Seberapa ikhlas saat kau gagal mendapatkannya, lalu digantikan dengan yang lebih baik menurut versiNya...
Percayalah dengan ayat ini,
"..Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui" (Q.S. Al-Baqarah:216) oleh : Kios PayTren
tanda

Rabu, 17 Februari 2016

PUISI PAGI HARI

Mentari nampak indah memancarkan kehangatan
Hingga terasa masuk ke dalam pori-pori

dan mengusirku dari alam mimpi

Dan kini kubergegas tuk segera siapkan diriku
tuk mulai menjalani hari ini
Tak sabar ku temui seluruh sahabat yang tersenyum
menyambut datangnya pagi ini

Dan kukatakan..
Selamat pagi!!
Embun membasahi dunia dan mulai mengawali hari ini

Dan kukatakan:
Selamat pagi!!

Kicau burung bernyanyi dan kini ku siap tuk jalani hari ini.
Kini bergegaslah sipakan dirimu untuk memulai menjalani hari

tanda

Rabu, 07 Mei 2014

ibu




Ibu ...
kini kau sudah tenang disana
Tidur dalam lindungan-Nya
Berada dalam Ridho-Nya

Ibu ...
Semoga kau selalu tersenyum indah
Melihat kami mendoakanmu disini
Melihat kami tersenyum indah

Ibu ...
Ku tahu kau amat menyayangi kami
kau tak benar-benar meninggalkan kami
Kau selalu berada di samping kami
memperhatikan kami
menjaga kami



tanda

Selasa, 24 Desember 2013

Ibu



Ibu
Aku mengenal kasihmu dengan sendiriku,
tanpa ada yang mengajari,
tanpa pula referensi,
dan karenamu juga aku bisa mengenal rindu,
yang kuyakini hingga riwayatku ditelan bumi.
Ibu,
aku tahu kita mencintai kesahajaan,
kita membenci kemunafikan,
maka untuk apa kututup rapat aurat tabiatku,
jika hanya untuk menyenangkanmu.
Ibu 
Kerinduan ku yang telah memuncak
Membuatmu terbaring tak berdaya
Menahan sesuatu yang sulit kau sebutkan
Entah karna apa tak sanggup kau ucapkan...
Ibu
Tetaplah bersandar kepada Nya
Sebab Dia yang memberikan segalanya
Di saat engkau rindu 
Di saat aku mengingatmu..

 
tanda

toko buku on line


Masukkan Code ini K1-DB33C3-A
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Banner